Tuesday, May 22, 2018

#ProductReview - Caaya by Aqua

Hi!




Tidak terasa (dan rasanya baru kemarin) kita, rakyat Indonesia, merayakan hari Idul Fitri kesekian kalinya. Rasanya baru kemarin, kita bermaaf-maafan. Rasanya baru kemarin, kita sebulan penuh berjalan ke masjid namun berakhir tidak untuk sholat tarawih, namun malah bermain slepet sarung. Rasanya baru kemarin, mencoba menahan lapar dan haus dan nepsong secara simultan.

Dan sekarang, kita kembali melakukannya.
Kembali saur dengan muka beler.
Kembali meeting dengan mulut baal.
Kembali menggunakan dalil “tidur adalah ibadah” disela-sela jam bukan istirahat kantor.
Kembali menjadi event organizer buka bareng teman-teman-yang-dirasa-sudah-tidak-ikrib-namun-suasana-mendukung-untuk-kembali-ikrib.
Kembali menahan dahaga, lapar, dan napsu.

Dahaga. Lapar. Napsu.
Holy Grail Bulan Romadon.

Dahaga. Lapar. Napsu.
Ketika lapar, bisa diakali dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan berat (nasi, roti, daging, batako, et cetera) pada saat sahur.
Ketika bernapsu, bisa diakali dengan mendistraksi diri agar napsu tersebut hilang – atau orang Jawa biasa bilang ter-selimur-kan.

Gimana kalau lagi dahaga? Gimana kalau lagi haus? Gimana kalo saat ini tenggorokan rasanya kering dan seret disertai dengan bibir kering dan pecah-pecah dan kebetulan lagi puasa?

Well,

You came to the wrong article, dude.


LADIES AND GENTS, PLEASE WELCOME!

Caaya Ads by Danone-AQUA.
CAAYA!! *fanfare, kembang api dan badut Ancol jejogetan*

PRODUCT REVIEW

Yap. Gue merasa momen puasa ini adalah momen yang tepat untuk mempublikasikan review singkat nan elegan akan produk minuman ini. Momen dimana kebutuhan untuk minuman penyegar tenggorokan, pembasuh kekeringan rongga mulut, pelepas dahaga akut, menjadi kebutuhan yang bagi sebagian orang, mereka tidak tahan untuk menahannya.



Caaya pada dasarnya adalah produk minuman teh dalam kemasan botol PET yang digarap oleh PT. Tirta Investama or merek andalan mereka Danone-AQUA atau Akua atau Akwa atau Akua atau Akwa atau Aer Putih. Minuman teh siap minum ini, mereka garap sedemikian rupa dengan basic concept “Rangkaian Teh Indonesia” yang direpresentasikan dengan tiga rasa utama Caaya : Jasmine, Vanilla Pandan, dan Roasted Rice. Serangkaian rasa teh ini masing-masing mencoba untuk mewakili kebiasan nge-teh masyarakat di Indonesia. Jasmine atau teh melati yang sudah awam di lidah masyarakat, teh vanilla pandan yang notabene adalah cita rasa teh oldskool jaman nyokap gue masih remaja, dan terakhir tradisi masyarakat Bali dalam meminum hasil larutan beras merah yang telah disangrai.


Dan jika berbicara tentang rasa dan mana rasa yang menjadi pilihan gue untuk menggelontor kehausan yang sangat banget iya heeh pas buka puasa, tentu saja bukan menjadi suatu jawaban yang saklek dan straight to you banget.


1. Jasmine
Seperti layaknya minuman teh siap minum yang sudah berlalu lalang di pasaran, rasa Jasmine yang ditawarkan oleh Caaya kurang lebih sama dengan yang sudah-sudah, viz. Nu Greentea Jasmine, Frestea Jasmine, et cetera.

Walaupun ketingkatan manis dalam teh tersebut tidak setinggi dengan Frestea Jasmine, aroma yang muncul dapat dibilang kencang dan bahkan menempel di lidah ketika teh tersebut mulai diteguk.


2. Vanilla Pandan
Varian rasa Vanilla Pandan pada dasarnya sedikit dilirik oleh beberapa produsen teh dalam kemasan. Berdasarkan dari hasil riset yang saya telah lakukan (red. browsing menggunakan Google), kebanyakan teh yang merilis rasa ini adalah teh-teh celup, viz. Teh Poci, Teh 2Tang, Lipton, etc.. Bahkan merek-merek tersebut baru berani untuk merilis varian rasa Vanilla, tidak untuk pandan.

Rasa Vanilla Pandan ini cukup unik. Bisa dibilang manisnya tidak semanis bualanmu Nu Greentea Gula Batu atau se-Frestea Original. Aroma pandannya memang berasa dan vanilla yang nyetak banget. Mungkin bagi sebagian orang yang kurang suka manis, teh ini kurang cocok. Dan juga teh ini lebih nikmat bila dingin.


3. Roasted Rice
Ketika varian ini saya baca pertama kali, di dalam benak saya adalah ini:


dan setelah mencoba sebotol, benak saya terhadap rasa ini adalah:


Yes. It is weird. Apakah memang sudah menjadi tradisi atau malah menjadi keharusan bagi para produsen teh siap minum dalam kemasan ini untuk berinovasi dan memproduksi varian rasa yang literally unik (viz. Nu Greentea Kurma)?

Mungkin bagi sebagian orang (include me), teh ini memiliki cita rasa yang....
Mungkin bagi sebagian orang (include me), teh ini cenderung....
Mungkin bagi sebagian orang (include me)....

AH!

Mungkin bagi sebagian orang, teh ini biasa aja. Namun untuk gue, teh ini enak KALAU diminum sedikit sedikit (sruput-sruput / cimit-cimit) dan kurang syahdu KALAU diminum secara digelontor / macam orang minum aqua pas kehausan.


MARKET REVIEW IN PERSONAL POV

Caaya memang nampaknya berhasrat untuk memasuki pasar Teh Siap Minum dalam Kemasan pada saat ini secara flawless dan tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan berencana untuk menggeser posisi Teh Pucuk Harum yang notabene leader di segmen pasar tersebut.

Why, you might asked yourself?

Consider this:
1. Caaya menggandeng brand name Danone-AQUA sebagai brand parent mereka. Dimana tentu saja, nama Danone-AQUA or simply AQUA sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat di Indonesia dan bahkan sudah menjadi kata yang diasosiasikan dengan Air Mineral. Keunggulan tersebut dapat membantu posisi Caaya sebagai brand yang setara dengan AQUA, BUT IN A FORM OF TEA! 

2. Caaya mencoba masuk dengan tiga rasa, dimana dua rasa pertama - Jasmine dan Vanilla Pandan - adalah rasa yang pernah ada konvensional bagi para produsen teh siap minum dalam kemasan serta satu rasa unik, yang menurut gue, semacam roller coaster. Tergantung bagaimana respond masyarakat terhadap rasa Roasted Rice tersebut.

Kelemahannya pada saat ini mungkin berada di aspek distribusi dan harga.

1. Distribusi
Pada awal rilis, produk ini distribusinya sangatlah minim, bahkan mereka sempat melakukan penjualan melalui platform e-commerce. Distribusi mereka pada saat ini (berdasarkan pengalaman pembelian pribadi) sudah mulai memasuki retail market, viz. Indomart & Alfamart.

2. Harga
Pada awal penjualan, produk Caaya ini dijual seharga Rp 5000 per botolnya (Jasmine/ Vanilla Pandan/Roasted Rice). Harga ini dilihat cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga Teh Pucuk Harum yang bisa mencapai Rp 3000-an (TBC), namun cukup bersaing jika dibandingkan dengan penetapan harga produk serupa dari produsen Nu ataupun Frestea.

THE VERDICT


So, what the verdict?

There's no verdict in taste. Mungkin bagi sebagian orang, rasa Roasted Rice adalah varian rasa teh terbaik yang pernah ada atau mungkin Vanilla Pandan adalah teh termanis dan ter-maghteg yang mereka pernah minum atau mungkin Jasmine ini tidak beda jauh dibandingkan Teh Botol Sosro.

Melihat dan mempertimbangkan dimana AQUA sudah pernah sekali mengeluarkan produk selain air mineral di pasaran (i.e. Aqua Splash of Fruit -> Mizone), tidak menutup kemungkinan Caaya ini masih dalam proses "pertumbuhan". Bisa saja ada revamp dalam racikan rasa, atau mungkin bisa juga ada penambahan atau pengurangan rasa yang mereka sediakan bagi masyarakat. Masih besar kemungkinan ini akan menjadi projek berkelanjutan dari AQUA di segmen teh siap minum ini.

Dan pada akhirnya gue menyimpulkan serangkaian paparan mengenai brand ini, paraphrasing dari iklan Kecap Bango, adalah rasa tidak pernah bohong.

Consider the Roasted Rice.

Eugh.